Setahun Fullday School Di OKU Gagal

BATURAJA – Ujicoba Penerapan syistem belajar mengajar full day school 5 hari kerja di Ogan Komering Ulu Sumatera selatan untuk SMA/SMK ternyata tidak bertahan lama, buktinya baru satu tahun ajaran, syistem ini “Gagal” lalu kembali pada aturan lama 6 hari kerja, hingga hari sabtu siswa kembali belajar seperti tahun sebelumnya.

Salah satu contoh sekolah yang sudah merealisasikan Wacana Menteri Pendidikan Nasional itu adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 OKU.

Pihak sekolah yang sudah satu tahun menjalankan program “coba coba” kementerian itu, akhirnya mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke 6 hari kerja terhitung tahun ajaran baru tahun 2018.

Menurut pengakuan kepala sekolah SMK N 2 OKU Rohan Tanjung yang dikonfirmasi Jumat (20/7) SMKN 2 yang dipimpinya kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar seperti semula atau 6 hari kerja.

Pertimbangannya selama full day school diterapkan, sehabis jam ISOMA para siswa banyak yang mengantuk. Penomena ini jelas berdampak pada syistem belajar mengajar yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB

“Diperparah lagi, banyak siswa tidak makan siang walau kesempatan ISOMA diberikan, hingga factor lelah, mengantuk dan kelaparan juga mengakibatkan kurang efektifnya siswa menyerap pelajaran.

Berangkat dari masalah inilah dewan guru mengusulkan agar full day school dikembalikan lagi ke proses belajar mengajar seperti semula, yakni 6 hari kerja.

Dengan 6 hari kerja, secara otomatis jadwal belajar mengajarnya juga kembali berubah, hari Senin hingga Kamis siswa masuk kelas pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 13.30 WIB, hari Jumat pulang pukul 11.00 WIB dan hari Sabtu pulang pukul 12.30 WIB. Jadwal ini berbeda dengan full day scholl yang mewajibkan siswa pulang sekolah pukul 16.00 WIB,” kata Rohan Tanjung.

Terpisah pengamat pendidikan bumi sebimbing sekudang Dr Bambang Sulistio mengatakan, full day school dibuat menjadi sebuah kebijakan dengan berbagai pertimbangan.

Salah satu pertimbangan dimaksud adalah banyak anak yang justru memanfaatkan waktu diluar sekolah untuk kegiatan yang tidak bersifat edukatif.

“implementasinya kan masih bersifat uji coba yang artinya belum diwajibkan untuk semua sekolah. Kita juga harus memahami bahwa saat penerapan banyak respon yang pro maupun kontra.

Saya yakin pertimbangan para pemangku kebijakan itu sudah sangat matang dan bijak,” ungkap Dr Bambang.

Sumber : okurayaupdate.com

Link : http://okurayaupdate.com/ujicoba-full-day-school-di-oku-gaga-sabtu-siswa-kembali-sekolah-l/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: as salamu alaikum .............. ape kabar Lur ??
%d blogger menyukai ini: