Jalinsum Rusak Semakin Parah, Hati hati Pengendara!

SEMIDANG AJI –  Kerusakan Jl Lintas Sumatera di desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji semakin parah. Bahkan kerusakan jalan tersebut dinilai membahayakan kendaraan yang melintas.

Hampir seluruh permukaan aspal mengelupas dan berlubang dengan diameter 1-2 meter. Akibatnya air menggenang dengan kedalaman lubang sekitar 30-50 cm. Saat lubang tergenang air, maka lubang tersebut tak terlihat oleh pengendara.

Johar (40), salah satu  sopir truk warga Desa Ulak Pandan, kecamatan Semidang Aji mengungkapkan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi tiga bulan terakhir. Namun kerusakan semakin parah terjadi sebulan terakhir dimana permukaan aspal mengelupas dan digenangi air.

“Truk yang lewat harus pelan – pelan. Jika tidak, truk bisa terguling akibat roda masuk ke lubang. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Johar.

Kendaraan kecil yang datang dari arah Baturaja juga banyak yang terjebak di lubang tersebut. Hal ini disebabkan lubang berada setelah tikungan tajam. Akibatnya  kendaraan yang datang dengan kecepatan tinggi sering mengerem mendadak.

“Kendaraan yang lepas bumper, terutama minibus, sudah banyak. Sejauh ini belum ada mobil yang kecelakaan, tapi untuk sepeda motor sudah banyak yang celaka,” jelasnya.

Sementara itu Waluyo, sopir Bus ALS mengaku hampir setiap minggu melewati jalan tersebut. Ia menyebutkan, kerusakan paling parah baru terjadi minggu ini. Menurutnya akibat kerusakan tersebut, bus yang disopirinya sering tersangkut akibat lubang di jalan yang dalam.

“Kalau bus lebih pendek lagi dari truk atau fuso, jadi sering tersangkut. Seperti tadi saja bagian belakang tersangkut. Padahal bagian belakang itu mesin. Kalau truk lebih tinggi dari bus, tapi oleng dan rawan terguling,” kata Waluyo.

Dikatakan Waluyo, bukan hanya jalan di desa Tebing Kampung yang mengalami kerusakan,  namun juga Jl Lintas Sumatera di desa Gunung Meraksa, kecamatan Pengandonan dekat perbatasan dengan Muara Enim juga mengalami kerusakan parah. Aspal sepanjang 50 meter amblas.

Menurut Waluyo, jika kendaraan sedang ramai di titik ini juga sering terjadi kemacetan parah. Tak hanya itu, lokasi ini juga sering dijadikan oknum untuk meminta uang kepada sopir dengan modus mengatur lalulintas.

“Kerusakan di Gunung Meraksa itu lebih parah lagi. Selain berada di tengah hutan, jauh dari permukiman warga, juga di tanjakan,” sambungnya.

Para sopir berharap jalan tersebut segera diperbaiki sebelum memakan korban lagi. Menurut warga, jika terjadi kecelakaan banyak pihak yang dirugikan. “Tak usah kecelakaan,  macet saja sudah banyak warga yang dirugikan,” pungkas warga tersebut.

Sumber : okes.co.id

Link : http://okes.co.id/jalinsum-rusak-bahayakan-pengendara/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: as salamu alaikum .............. ape kabar Lur ??
%d blogger menyukai ini: